Powered By Blogger

Sabtu, 26 Maret 2011


Honda CB100, Punya Ronaldo Si CR-7?

Coba lihat tulisan di bodi custom CB100 cafe racer ini? Sempat terpikirkan kalau si pemilik adalah Cristiano Ronaldo. Karena ada tulisan CR-7 yang identik dengan jagoan dari klub Real Madrid itu. Bukan, woi! Pemilik malah enggak kenal dengan si ganteng tadi, CR-7 bagi dirinya punya arti sendiri.

Tulisan CR-7  itu mempunya arti cafe racer nomor 7. "Sebab si pemilik adalah penggemar angka 7, makanya diberi tulisan seperti itu. Tidak ada hubungan dengan bola," lantang Taufik, dari KCSM Garage, Denpasar, Bali.

Setelah dengar penjelasan itu terjawab sudah rasa penasaran akan tulisan tadi. Tapi, mengenai apa ubahan yang dilakukan Taufik terhadap motor milik Kadek ini tetap menaik dibahas. Sebab karyanya tergolong dikonsep dengan sangat apik. Lalu dibikin tuntas lewat detail sempurna.

Untuk rangka, Taufik ogah menggunakan standar. "Seluruh frame dibuat ulang. Bahan menggunakan pipa berdiameter 27,5 mm. Dengan rangka baru seperti ini, dimensi motor bisa pas didapat. Meski rangka dipastikan kalau sekarang lebih pendek dibandingkan aslinya," lanjut pria gempal ini.

Pindah ke lengan ayun. Taufik lebih suka pilih pakai copotan Honda Tiger. "Tapi, harus dipotong terlebih dulu supaya pas dengan dimensi baru motor yang dibuat ini," lanjut pria yang buka bengkel dan toko di Jl. WR Supratman No. 67, Denpasar, Bali.

Sementara pelek, memang cafe racer juga membutuhkan ban dengan lebar telapak sedikit lebih besar dibandingkan standar. "Karena lebarnya, enggak terlalu ekstrem, masih banyak pilihan pelek variasi. Kami enggak perlu custom," tandas pria asal Kalimantan Barat ini.

Giliran ngomong roda. Depan pakai pelek lebar 3 inci, sementara belakang hanya pakai 3,5 inci. "Dengan ukuran segitu, motor diyakini sudah terlihat menjadi lebih gagah," tambahnya.


Knalpot dibungkus rapih
Setelah berhasil membuat tangki, dan buntut khas cafe racer, Taufik tinggal memilih pernak-pernik pendukung.

"Konsepnya harus rapi dan mendukung tema. Coba lagi lihat knalpot, deh! Pipa gas baung itu sudah dibungkus supaya menjadi lebih bersih dan layaknya sebuah motor besar," cerita builder rajin ikut contezt modifikasi ini.

H-D STYLE

Urusan pemilihan kelir, terlihat Taufik ingin adopsi style yang banyak dijumpai pada motor Amerika, Harley-Davidson. Warna oranye yang dikombinasi hitam ini  memang sudah menjadi ciri motor tadi.

"Memang rasanya dengan warna ini kesan H-D-nya dapat, cocok juga dengan konsep cafe racer yang dibuat tadi," bebernya.

Kalau bicara komponen, memang ada sih dari H-D yang ikutan dipasang. Persisnya lampu utama di depan. "Itu pakai head lamp H-D, tapi dicustom karena sekarang menggunakan HID," lanjut pria berkulit bersih ini lagi.

Sementara itu beberapa komponen yang dipasang malah diambil dari limbah moge. Wajar saja karena dia memang terkenal sebagai salah satu juragan limbah di wilayah Bali. Misalnya saja kaliper yang sekarang sudah pakai spek 6 piston.

Eits, ada lagi! Setang atau batang kemudi juga diambil dari limbah moge. Ini kali Taufik menggandalkan punya Yamaha R1. Bagaimana? (motorplus.otomotifnet.com)

DATA MODIFIKASI
 Ban depan: Battlax 120/70-17
Ban belakang: Battlax 150/60-17
Pelek: Champ
Upside down: Variasi Thailand
Sok belakang: YSS
Teromol: NSR
Setang: Yamaha R1
KCSM: 0819-9996-9690

Sabtu, 22 Januari 2011

BERITA DUKA SAUDARA KITA

Innalillahi wa innalillahi rojiun ..

Telah brpulang ke rahmatuloh saudara kita GILANG LA MANIA,
di tusuk bonek di stasiun lamongan tdi Jm 3 sore ..
smoga amal ibadah'a di terima di sisi ALLAH S.W.T ..
amiiin..


kita msh 1 bangsa,ga perlu ada'nya kekerasan..!! buat Bonek,anda tak pntas jdi suporter bola!!

Jakarta FC 1928 Duo Younghusband Siap Merumput


Kabar James dan Phil Younghusband, merumput bersama Jakarta FC (JFC) 1928 semakin terang. Tapi aksi Duo bersaudara asal Filipina itu sedikit tersendat, lantaran mereka harus menyelesaikan kompetisi di negerinya. Younghusband bersaudara baru ke Jakarta, pertengahan Maret mendatang.
Sosok James dan Phil tiba-tiba muncul dalam video presentasi, dalam acara launching JFC, di Atrium Cilandak Town Square (Citos), Kamis (20/1).  "Kami Phil dan James siap bermain bersama Jakarta FC 1928. Selamat datang dan bergabung di Liga Primer Indonesia (LPI)," kata mereka sambil memegang jersey Jakarta FC bernomor punggung 7 dan 10.

Namun, JFC harus sedikit bersabar. Pasalnya duo Younghusband itu baru bisa merumput 15 Maret nanti, karena harus menyelesaikan kompetisi di kampungnya. Artinya, dua bersaudara itu tak ikut pada laga perdana JFC kontra Minangkabau FC, di Padang, Minggu (23/1).

"Kami mengontrak kedua pemain itu selama tiga musim. James dan Phil baru bisa bermain sekitar 15 Maret mendatang, karena mereka harus menyelesaikan kompetisi di Filipina. Saya sih berharap, para pemain ini segera datang. Supaya jangan banyak laga yang kosong," kata CEO JFC, Hadi Basalamah, kepada wartawan.

Kehadiran Phil dan James, tak menggubris larangan yang diberlakukan PSSI. Sebelumnya otoritas tertinggi sepak bola Tanah Air itu menyatakan, melarang dua bersaudara itu bermain dalam kompetisi ilegal di Indonesia.

PSSI juga mengatakan, kehadiran Phil dan James bisa membahayakan kedua induk organisasi sepak bola kedua negara (PSSI dan PFF). Hukuman dari FIFA menanti jika keduanya tetap datang.

The Jakmania: Dukung Jakarta FC 1928, Silahkan Saja


Hadirnya Jakarta FC 1928 (JFC), yang mengklaim dirinya sebagai saudara kandung Persija Jakarta bisa jadi membuat kelompok suporter Macan Kemayoran (The Jakmania-Red) mendua. Tak ada batasan, semua tergantung individu si suporter.
image
Merespon hal itu, Ketua Harian The Jakmania, Larico Ranggamone, mengatakan pihaknya tak membatasi Jakmania mau mendukung yang mana. “Semua tergantung individu masing-masing. Kami tidak bisa melarang.”

“Kami tetap fokus pada LSI (Liga Super Indonesia). Tapi kami tidak bisa dan boleh melarang pendukung kami yang mau ikut LPI (Liga Primer Indonesia). Intinya, kami mendukung kemajuan sepak bola di Jakarta,” tambah Larico, ketika menghadiri launching JFC, di Jakarta, kemarin.

"Silahkan saja. Itu hak mereka. Anak-anak tampak terlihat antuasias menyambut JFC. Kami yakin LPI bisa maju. Kami dukung  klub yang mau menuju profesional," kata Larico.

Pada peluncuran JFC, Ceo JFC, Hadi Basalamah mengatakan, JFC adalah saudara kandung Persija Jakarta. Kami bukannya mau menyaingi, namun ingin membangun sepak bola di Jakarta. Semakin banyak klub, semakin berkembang sepak bola nasional.